Tampilkan postingan dengan label MPASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MPASI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2015

Tahapan MPASI (Makanan Pendamping Asi)

Bunda, tentunya tahu dong bahwa ketika memasuki bulan-bulan pertama setelah lahir, buah hati kita membutuhkan protein, kalsium, dan nutrisi lainnya untuk menunjang tumbuh kembangnya secara normal? Nah, agar bayi sehat dan berkembang sesuai dengan usianya, sudah saatnya nih kita menambah asupan ASI pada si buah hati dengan mulai memperkenalkannya pada MPASI. Apa sih MPASI itu? MPASI alias Makanan Pendamping ASI adalah sajian makanan seperti sayur, buah, dan lauk yang akan menjadi pemasok nutrisi selain ASI. Lantas, setelah diberikan MPASI apakah ASI ditinggalkan? Tentu tidak, Bunda. Tetap berikan ASI ekslusif untuk bayi kita, yah.

Ketika memberikan MPASI pada bayi, kita tidak bisa serta merta langsung mengenalkannya dengan makanan padat. Sebab dalam fase MPASI, bayi kita akan belajar menggunakan mulutnya secara bertahan. Mulai dari mengecap, mengisap, menelan, hingga mengunyah. Nah, untuk itu kita harus menyajikan MPASI sesuai dengan tahapan-tahapannya. Simak yuk, Bunda!

Cair. MPASI ini teksturnya sangat halus dan biasa dimulai pada bayi berusia mulai 6 bulan. Dalam tahapan ini, bayi kita akan belajar mengecap dan merasakan sesuatu selain ASI yang memasuki mulutnya. Sajian yang bisa kita berikan pada anak bisa dimulai dari membuat jus buah-buahan segar yang nantinya akan kita suapkan pada bayi. Patut diingat juga, setiap kali kita memperkenalkan makanan pada anak, cek apakah makanan tersebut berdampak pada tubuh si buah hati. Sebab, bisa saja bayi kita memiliki alergi tertentu.

Semi cair. Untuk yang semi cair, teksturnya sedikit berbeda dengan makanan cair yaitu sedikit lebih kental. Bunda bisa mulai memberikan biskuit padat yang dicairkan dengan air hangat untuk bisa disuapkan pada bayi.  Untuk menambah rasa, Bunda bisa berkreasi dengan madu atau buah yang dicampurkan pada bubur biskuit.

Semi padat. Pada tahap ini, bayi kita akan belajar menelan dengan mengonsumsi makanan yang sudah semi padat. Bayi kita sudah bisa mengonsumsi bubur tim dengan campuran sayur-sayuran. Tentunya, jangan campurkan bahan-bahan yang terlalu padat sehingga susah ditelan ya, Bunda.

Padat. Biasanya, makanan bertekstur padat ini dimulai sejak usia 9 bulan. Bayi kita sudah mulai belajar mengunyah dan juga menelan. Bunda sudah bisa memperkenalkannya pada lauk pauk bertekstur padat seperti daging atau ayam. Rebus dahulu hingga lembut dan empuk agar mudah ditelan. Selamat berkreasi! (Tr)

Senin, 22 Juni 2015

Tips Memberikan MPASI

Ketika ASI sudah tidak cukup untuk memenuhi nutrisi anak, maka sudah saatnya kita memperkenalkan buah hati kita dengan MPASI. MPASI atau Makanan Pendamping ASI adalah makanan yang diberikan pada buah hati kita untuk menunjung nutrisi dan perkembangannya secara maksimal. Prinsip MPASI pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan prinsip makanan sehat untuk ibu hamil yang pernah kita terapkan ketika mengandung dulu, yaitu bergizi serta tidak mengandung banyak garam dan gula. Bagi Ibunda yang memerlukan panduan untuk memberikan MPASI pertama pada anak, mungkin Tips Memberikan MPASI berikut ini bisa membantu:

Pada masa transisi, biasanya buah hati kita akan kaget dengan perubahan dari ASI ke makanan padat. Oleh sebab itu, berikanlah MPASI secara sedikit demi sedikit. Pada tahap ini, kita baru membiasakan anak untuk mengenal MPASI dan berikan waktu baginya untuk mengenal tekstur makanannya.

Jangan lupa untuk menyajikan MPASI dengan sajian yang menarik, wangi yang lezat, dan rasa yang enak. Buah hati kita akan tertarik untuk mencicipinya jika makanan yang kita sajikan berhasil mencuri perhatiannya. Apalagi jika kita berhasil menyajikan makanan dalam bentuk yang cantik dan menarik.

Campur satu atau dua bahan dalam olahan MPASI. Hal ini kita lakukan untuk melihat reaksi anak terhadap makanan yang kita sajikan. Jangan mencampur lebih dari dua bahan di awal-awal pemberian MPASI. Perhatikan juga alergi pada anak. Catatlah makanan-makanan apa saja yang berdampak pada tubuh buah hati kita.

Jangan langsung panik jika anak kita menolak makanan tertentu, dan langsung berasumsi bahwa anak kita membenci makanan itu. Bisa jadi, pada saat itu ia memang sedang tidak ingin memakannya. Berikan makanan tersebut satu atau dua minggu setelahnya dan lihat reaksi anak kita.

Sayur dan buah adalah penghasil vitamin dan nutrisi yang sangat baik untuk anak. Jangan lupa untuk menyajikan dua makanan ini dalam olahan MPASI. Ketika mengolah sayur, kita boleh menambahkan kaldu dan bumbu untuk menambah cita rasa. (TR)